Pendayagunaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial

Abstract
Sumber adalah aset-aset yang ada atau telah dimiliki yang dapat dimanfaatkan untuk memecahkan permasalahan sosial yang diderita oleh penyandang masalah sosial dan mendukung keberfungsian sosial. Sumber kesejahteraan sosial adalah suatu yang bernilai dapat diambil manfaatnya oleh orang seorang, keluarga, kelompok, ataupun masyarakat pada umumnya, untuk keperluan pertumbuhan dan perkembangan pribadi, untuk penyesuaian dan keserasian hidup manusia dengan lingkungan sosialnya, untuk memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan sosialnya dalam rangka upaya untuk memajukan tingkat kesejahteraannya. Cara memobilisasi potensi dan sumber kesejahteraan sosial : 1) Identifikasi potensi dan sumber, 2) Memilih dan memilah potensi dan sumber, 3) Mendayagunakan potensi dan sumber, 4) Pengembangan dan penganekaragaman potensi dan sumber, 5) Pelestarian potensi dan sumber.

Kata Kunci : Pendayadunaan, Potensi dan Sumber Kesejahteraan sosial

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah.

Keberhasilan lembaga sosial di banyak daerah, antara lain disebabkan oleh kejelian dan kelihaian pengurus dan tenaga pelaksananya memanfaatkan potensi dan sumber kesejahteraan sosial yang tersedia di lingkungannya. Mengapa demikian ? karena sumber adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan atau memecahkan masalah yang dihadapi. Jadi apa saja dapat berfungsi atau difungsikan sebagai sumber, sumber insani atau bukan, alami atau olahan, berupa benda atau bukan benda, nyata atau abstrak.

Bagi lembaga sosial sumber di lapangan yang utama adalah sumber lokal, karena itu setiap pelatihan organisasi sosial berorientasi kepada peningkatan kemampuan menolong diri sendiri ( education for self-help ), termasuk kemampuan untuk memobilisasi potensi dan sumber Usaha Kesejahteraan Sosial yang terdapat di lingkungannya.

Ada dua pertanyaan pokok yang dapat membantu arah kajian dan pemahaman pengurus serta tenaga pelaksana organisasi sosial terhadap potensi dan sumber kesejahteraan sosial yang ada di daerahnya, yaitu : Pertama, apa saja yang termasuk dalam pengertian sumber kesejahteraan sosial, dan bagaimana penggolongannya ?

Kejelasan mengenai hal tersebut dapat membantu organisasi sosial dalam menginventarisasi sumber yang tersedia di lingkungannya, dan selanjutnya dapat memilih sumber yang relevan dengan program kegiatannya. Kedua, apa peranan pengurus dan tenaga pelaksana organisasi sosial dalam proses mobilisasi potensi dan sumber Usaha Kesejahteraan Sosial, serta teknik-teknik apa saja yang dapat dilakukan ? Hal ini penting untuk mendorong penguasaan dan pengembangan teknik-teknik tersebut secara dinamis dan kreatif.

B. Permasalahan.

Dalam praktek pekerjaan sosial, untuk memberikan pertolongan kepada penerima manfaat, Pekerja sosial akan selalu mendayagunakan potensi dan sumber kesejahteraan sosial agar penerima manfaat dapat hidup mandiri. Permasalahannya adalah bagaimana mendayagunakan potensi & sumber kesejahteraan sosial dalam praktek pekerjaan sosial ?

II. PEMBAHASAN

Menurut Siporin, Max (1975), mengemukakan “resources are available assets or assets held in reserve that support sosial functioning, meet needs, or resolve problems”; Sumber adalah aset – aset yang ada atau telah dimiliki yang dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah, memenuhi kebutuhan – kebutuhan dan mendukung keberfungsian sosial.

Sedangkan menurut Achlis (1982), suatu sumber adalah setiap hal yang berharga, sesuatu yang berada dalam simpanan atau telah tersedia, yang orang dapat menggali dan menggunakannya sebagai alat sehingga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan atau memecahkan masalah.

Dari kedua pendapat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa sumber adalah aset-aset yang ada atau telah dimiliki yang dapat dimanfaatkan untuk memecahkan permasalahan sosial yang diderita oleh penyandang masalah sosial dan mendukung keberfungsian sosial.

Sumber kesejahteraan sosial adalah suatu yang bernilai dapat diambil manfaatnya oleh orang seorang, keluarga, kelompok, ataupun masyarakat pada umumnya, untuk keperluan pertumbuhan dan perkembangan pribadi, untuk penyesuaian dan keserasian hidup manusia dengan lingkungan sosialnya, untuk memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan sosialnya dalam rangka upaya untuk memajukan tingkat kesejahteraannya.

A. Jenis-jenis potensi dan sumber kesejahteraan sosial.

Pincus dan Minahan (1973) mengklasifikasikan sumber sebagai berikut :
1. Sistem sumber informal atau alamiah (informal or natural resources system)
Sistem sumber informal atau alamiah merupakan segala bentuk dukungan, bantuan dan pelayanan yang dapat digali dan dimanfaatkan dari lingkungan terdekat seperti: keluarga, teman, kerabat ataupun tetangga. Bentuk-bentuknya dapat berupa dukungan emosional, kasih sayang, perhatian, nasehat, informasi, serta bantuan-bantuan konkrit seperti bantuan makan, pakaian ataupun uang. Sistem sumber ini dapat pula dijadikan jalan bagi pemanfaatan sistem sumber lainnya.

2. Sistem sumber formal (formal resources system)
Sistem sumber formal merupakan sistem sumber yang dapat memberikan bantuan, dukungan, ataupun pelayanan bagi para anggotanya melalui suatu wadah organisasi yang sifatnya formal, seperti: serikat buruh, perhimpunan orang tua anak-anak yang kecerdasannya dibawah normal, persatuan orang tua murid, maupun organisasi –organisasi profesional. Keberadaan sistem –sistem sumber ini dapat pula digunakan dan dimanfaatkan sebagai jalan bagi akses terhadap sumber-sumber lainnya.

3. Sistem Sumber Kemasyarakatan (sosial recources System )
Sistem sumber kemasyarakatan adalah lembaga-lembaga yang didirikan oleh pemerintah ataupun swasta yang memberikan pelayanan kepada semua orang, misalnya sekolah, rumah sakit, lembaga bantuan hukum serta badan-badan sosial bagi perawatan anak, adopsi anak, lembaga pelatihan dan penempatan tenaga kerja, perpustakaan, tempat-tempat rekreasi dan fasilitas sosial lainnya, orang-orang umumnya terkait dengan salah satu atau bahkan beberapa dari sistem sumber kemasyarakatan.

Sedangkan menurut Max Siporin (1975) dalam Sukoco DH (1998), klasifikasi sumber adalah sebagai berikut :
1. Sumber internal dan eksternal
Sumber internal pada seseorang misalnya kecerdasan, imajinasi, kreatifitas, sensitivitas, motivasi, keberanian, karakter moral, kekuatan fisik, stamina, ketampanan/ kecantikan, keyakinan agama, pengetahuan dan kemampuan khusus lainnya. Sedangkan sumber eksternal misalnya harta kekayaan, prestise, pekerjaan, kerabat yang kaya, teman yang berpengaruh, program jaminan pensiun.

2. Sumber Formal dan Ofisial dan Sumber Informal dan non Ofisial.
Sumber formal dan ofisial adalah organisasi –organisasi yang mewakili kepentingan masyarakat seperti pekerja sosial profesional, lembaga-lembaga konseling, dan lembaga-lembaga lain yang memberikan pelayanan sosial. Sedangkan sumber-sumber yang informal dan non ofisial seperti dukungan sosial dan kerabat, tetangga yang memberikan bantuan makanan, pakaian, tempat tinggal, uang atau dukungan moral yang diberikan selama sakit, bencana atau kematian. Sumber-sumber non ofisial ini merupakan bagian dari sistem sumber pertolongan alamiah.

3. Sumber-sumber simbolik partikularistik dan konkret universalistik, dan exchange values
Sumber-sumber simbolik partikularistik misalnya status dan informasi, pelayanan dan barang, cinta dan uang. Sumber-sumber konkrit mencakup sumber-sumber alamiah, misalnya lahan tanah untuk berkebun, barang tambang dan kekayaan alam lainnya. Sedangkan kategori “exchange values” merupakan sesuatu yang dimiliki manusia yang memiliki nilai yang dapat dipertahankan seperti bakat seni, daya tahan terhadap tekanan dan sebagainya.

4. Sumber-sumber yang menjadi kekuatan atau kekuasaan seperti ilmu pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki manusia. Kekuasaan atas sumber –sumber material dan sumber-sumber konkrit seperti makan, pakaian, tempat tinggal, pekerjaan dan uang.
Kekuasaan dapat bermakna hak-hak atas barang –barang, pelayanan dan status sosial. Kekuasaan untuk mengontrol perilaku orang, minat dan pengaruh kelompok, dan atas media massa.

5. Sumber-sumber bisa juga berupa fasilitas dan cara-cara untuk menyelesaikan tugas-tugas dan tujuan hidup, dan mengatasi masalah –masalah yang timbul dalam kehidupan. Sumber sebagai alat dan objek untuk saling memberi dan menerima, mencintai dan membenci, memiliki dan mengendalikan benda-benda dan orang lain.

Berdasarkan pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa jenis potensi dan sumber kesejahteraan social meliputi :
1. Potensi dan Sumber alami.
Dalam cakupan sumber alam, termasuk keseluruhan potensi lingkungan alam setempat, seperti keadaan geografik, sumber daya hewani dan nabati, serta berbagai kandungan yang terdapat di bawah maupun diatas tanah, yang dapat diperbaharui ataupun tidak.

2. Potensi dan Sumber Manusiawi.
Sesuai dengan anggapan, bahwa manusia adalah faktor kunci dalam setiap upaya pengembangan, sumber manusiawi, berpotensi untuk berfungsi sebagai sumber, menurut latar belakang pendidikan, ketrampilan, dan pengalaman masing-masing. Potensi tersebut mencakup kemampuan individual ( fisik, intelektual, emosional, dan social ), maupun kemampuan bersama ( keorganisasian, system kerja ).

3. Potensi dan Sumber Sosial.
Sumber ini menyangkut lingkungan sosial, tempat organiasi sosial hidup. Organisasi sosial berdiri dan bergerak ditengah-tengah masyarakat dengan pola budaya dan sistem sosial tertentu.
Lingkungan sosial sangat penting untuk mendukung kegiatan organisasi sosial, karena terdapat unsur potensial sebagai sumber. Umpamanya berbagai lembaga pemerintah dan masyarakat, yang ada sangkut pautnya dengan organisasi sosial, badan-badan koordinasi di bidang kesejahteraan sosial, pemuka masyarakat, warga mampu, kelompok sosial, keluarga dan warga masyarakat pada umumnya.

4. Potensi dan Sumber Fisik.
Jenis sumber ini meliputi keseluruhan prasarana dan sarana fisik, khususnya yang memberikan fasilitas pelayanan umum, seperti jaringan jalan, jembatan, angkutan, balai pertemuan, tempat ibadah, tempat pendidikan, gedung pertunjukan, dll bangunan yang memberikan fasilitas kegiatan social.
Tidak sedikit prasarana dan sarana fisik tersebut yang memberikan kemudahan khusus, sebagai sumber untuk pelayanan pelengkap atau penunjang, seperti transportasi klien pulang pergi ke tempat organisasi sosial.

5. Potensi dan Sumber material.
Segala barang, bahan, dan perlengkapan, tercakup dalam pengertian sumber material, baik yang alami, maupun yang merupakan hasil olahan. Nilai guna dari barang, dan perlengkapan tersebut terdapat pada fungsinya untuk mendukung program pelayanan, dengan kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi para penerima pelayanan.

6. Potensi dan Sumber Finansial.
Disamping di lingkungan pemerintah, sumber finansial secara potensial terdapat di dalam masyarakat.
Sumber financial pemerintah tergambar dan tersusun pada APBN dan APBD.
Sumber finansial masyarakat tergantung dari tingkat kemampuan ekonomi masyarakat, dan potensi-potensi organisasi sosial dan kemasyarakatan yang terkait.

B. Teknik-teknik Pendayagunaan potensi dan sumber Kesejahteraan sosial.

Secara garis besar terbagi bertahap berurut sebagai berikut :
1. Tahab Pengenalan dan pemilihan sumber.
Pada tahab ini dua langkah pokok perlu diambil, yaitu :
a. Tahab mengenal dan menginventarisasi berbagai sumber kesejahteraan sosial yang ingin diketahui. Untuk itu dapat dipergunakan teknik pendataan atas sumber setempat, internal maupun eksternal.

b. Menelaah dan memilih sumber kesejahteraan sosial yang dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan program pelayanan. Teknik yang dapat dipergunakan adalah teknik pengolahan data, termasuk analisis dan penafsiran terhadap potensi masing-masing sumber.

2. Tahab Perencanaan Penggalian sumber.
Setelah potensi sumber diketahui, dapat dilakukan kegiatan perencanaan untuk menggali dan memanfaatkan sumber. Perencanaan diintegrasikan dalam proses penyusunan program.

Sebaiknya tidak terjadi penggalian sumber yang direncanakan yang diluar program pelayanan. Karena itu perencanaan sebaiknya dimulai dengan teknik perumusan tujuan yang hendak dicapai dan penentuan sasaran ( sumber ) yang hendak dicapai / digarap. Kemudian dipilih bentuk kegiatan atau teknik yang akan dipergunakan sebagai media menggali sumber.

Karena pendekatan yang dipilh pada umumnya adalah motivasi yang kadang-kadang dilengkapi dengan persuasi, perlu diperhatikan unsur-unsur yang terkandung dalam proses motivasi, yaitu : 1) Rangsangan, 2) Minat, 3) Kemauan, 4) Harapan, dan 5) Tindakan untuk mewujudkan harapan.

Dalam rangka pendekatan motivasi, beberapa alternatif bentuk kegiatan dapat dipilh sebagai media, yaitu :
a. Komunikasi tatap muka.
Komunikasi langsung yang bersifat tatap muka, baik terhadap individu maupun kepada suatu kelompok ( kecil ), pada umumnya sangat efektif untuk bertukar pikiran, mengembangkan gagasan, mengumpulkan informasi, merumuskan tindakan, ataupu untuk memperoleh umpan balik, dan pemantauan. Kegiatan dapat berupa kontak pribadi, konsultasi, diskusi, rapat, pertemuan, antara pengurus orsos dengan pihal-pihak yang berkepentingan, seperti klien, pemuka masyarakat, warga mampu, lembaga lain yang terkait.

b. Komunikasi massa.
Untuk mencapai populasi yang lebih luas, gerakan kegiatan motivasi dapat dilakukan melalui jalur komunikasi massa, seperti pers, radio, TV, dengan selebaran, pemasangan poster, ataupun penerbitan media cetak, pameran dll. Isi pesan terutama untuk memberikan informasi tentang program pelayanan yang diberikan oleh Orsos.

c. Kegiatan nyata.
Visualisasi sesuatu program sering kali sangat membantu untuk memotivasi orang mendukung program tersebut. Hal tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan nyata di masyarakat, seperti penyelenggaraan demonstrasi, pameran, proyek percontohan, bulan dana, penonjolan sistem rujukan, pengembangan sistem imbalan ( pemberian penghargaan, piagam, piala, hadiah, dll ).

d. Kegiatan kajian.
Disamping itu, dapat pula dilakukan kegiatan yang bersifat kajian, untuk mendorong perhatian, minat, dan perluasan wawasan ataupun pendalaman pengetahuan. Karena kajian dilakukan dalam konteks program pelayanan, bersifat praktis, bukan dalam situasi akademik, tetapi situasi administrasi atau kebijakan orsos.

3. Tahap Pelaksanaan Pemanfaatan Sumber.
a. Pengurus orsos melaksanakan penggalian sumber berdasarkan dan sesuai dengan rencana serta media yang telah dirumuskan.
b. Peranan pengurus terletak pada kepemimpinannya dalam pengorganisasian kegiatan pelaksanaan rencana, termasuk dalam pengerahan sumber daya, sumber dana, dan fasilitas yang ada, memberikan petunjuk, melakukan pengendalian, pemantauan, dan mengesahkan laporan serta pertanggung jawaban.

c. Peranan tenaga pelaksana terletak dalam proses pelaksanaan penggalian dan pemanfaatan sumber dalam program pelayanan secara individual per proyek, per kegiatan, per kasus. Tenaga pelaksana berperan baik sebagai motivator, dan fasilitator, juga sebagao organisastor penggunaan sesuatu sumber.

III. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan

1. Jenis-jenis potensi dan sumber kesejahteraan sosial :
a. Potensi dan sumber alami.
b. Potensi dan sumber manusiawi.
c. Potensi dan sumber sosial.
d. Potensi dan sumber fisik.
e. Potensi dan sumber material.
f. Potensi dan sumber finansial.

2. Teknik memobilisasi potensi dan sumber kesejahteraan sosial :
a. Tahab Pengenalan dan pemilihan sumber.
b. Tahab Perencanaan Penggalian sumber.
c. Tahap Pelaksanaan Pemanfaatan Sumber.

B. Rekomendasi

1.Kepada pengurus organisasi sosial.
Dalam Pendayagunaan potensi dan sumber kesejahteraan sosial, pengurus organisasi sosial hendaknya dapat melibatkan seluruh pengurus dan anggota serta bekerja sama dengan pilar-pilar partisipan kesejahteraan sosial lainnya seperti karang taruna, pekerja sosial masyarakat dan lain sebagainya.

2.Kepada Pekerja sosial.
Agar dalam pendayagunaan potensi dan sumber kesejahteraan sosial berhasil dengan baik maka dapat digunakan strategi kemitraan dan menjual program.

DAFTAR PUSTAKA
Achlis, (1982), Pekerjaan Sosial Sebagai Profesi dan Pertolongan, Kopma STKS, Bandung.
Dubois, Brenda dan Miley, Karla Krogrud (1992), Sosial Work An Empowering Profession, Boston; Allyn And Bacon
Fukuyama, F (2000), The Great Discrubtion, Human Nature And The Reconstitution Of Social Order, London :Profile Books.
Pincus, Allen And Minahan, Anne, (1973), Sosial Work Practice; Model And Method, Itasca Illionis; FE Peacock Publishers inc
Soetarso, Drs, M.SW (1995), Praktek Pekerjaan Sosial, Kopma STKS Bandung
Sukoco DH (1998), Profesi Pekerjaan Sosial, Kopma STKS, Bandung

Pengirim : Uji Hartono, Widyaiswara BBPPKS Yogyakarta

Sumber : BBPPKS Yogyakarta