Panduan Manajemen ASKESOS

JAMINAN SOSIAL danASURANSI KESEJAHTERAAN SOSIAL

Apa pengertian Jaminan Sosial itu?

Sebagai perwujudan dari sekuritas sosial adalah seluruh sistem perlindungan dan pemeliharaan kesejahteraan sosial bagi warga negara yang diselenggarakan oleh pemerintah dan atau masyarakat guna memelihara taraf kesejahteraan sosial.

Apa tujuan Jaminan Sosial?

Tujuan utamanya adalah memberikan perlindungan sosial terhadap pemenuhan hak atas kebuthan dasar ( sandang, pangan, papan ).

Apa bentuk Jaminan Sosial yang ada di Indonesia?

Jaminan Sosial yang sudah dilaksanakan di Indonesia meliputi jaminan sosial dalam bentuk Bantuan Sosial dan Asuransi Sosial di sektor formal. Sedangkan jaminan sosial bagi sektor informal sedang dikembangkan dan dilakukan pengkajian.

Apa contoh Asuransi Sosial di sektor formal?

Yaitu ASKES ( Asuransi Kesehatan ), TASPEN ( Tabungan Asuransi Pensiunan) untuk Pegawai Negeri Sipil, sedangkan ASABRI ( Asuransi ABRI ) khusus untuk TNI dan POLRI, yang dilaksanakan oleh BUMN semntara JAMSOSTEK (Jaminan Sosial Tenaga Kerja ) dilaksanakan oleh Perseroan ( PT ).

Apa contoh Asuransi Sosial di sektor informal?

Asuransi Sosial yang sedang dikembangkan saat ini adalah Asuransi Kesejahteraan Sosial yang diperuntukan bagi pekerja mandiri dan pekerja di sektor informal yang pelaksanaanya berbasis masyarakat.

Apa yang dimaksud dengan Asuransi Kesejahteraan Sosial?

Asuransi Kesejahteraan sosial ( ASKESOS ) adalah sistem perlindungan untuk memberikan jaminan pertanggungan dalam bentuk pengganti pendapatan keluarga bagi warga masyarakat sebagai pekerja mandiri disektor informal terhadap resiko menurunnya tingkat kesejahteraan sosial akibat pencari nafkah utama dalam keluarga yang menderita sakit, mengalami kecelakaan dan atau meninggal dunia yang belum terjangkau oleh Asuransi lain.

Apa tujuan ASKESOS?

1. Memberikan perlindunagan sosial dalam bentuk jaminan sosial kepada Pekerja Mandiri dan Pekerja di Sektor Informal dari kemungkinan resiko menurunnya tingkat kesejahteraan sosial akibat pencari nafkah utama dalam keluarga menderita sakit, mengalami kecelakaan atau meninggal dunia.
2. Memperkuat ketahanan keluarga rentan terhadap resiko menurunya tingkat kesejahteraan sosial melalui pemeliharaan pendapatan.
3. Meningkatkan partisipasi sosil masyarakat dalam menyediakan perlindunag sosial berbasis masyarakat.

Apa manfaat ASKESOS?

1. Sebagai pengganti pendapatan keluarga apabila peserta mengalami resiko atau musibah akibat sakit, kecelakaan dan meninggal dunia.
2. Sebagai tabungan sesuai dengan jumlah premi atau iuran yang dibayarkan.
3. Mempertahankan pendapatan apabila pencari nafkah utama mengalami musibah.
4. Mendorong pola hidup hemat dan membiasakan menabung.

Apa saja Landasan Hukum pelaksanaan ASKESOS?

* Undang-undang No.6 tahun 1974 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial.
* Undang-undang No.40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.
* Keputusan Menteri Sosial RI No.51 tahun 2003 tentang Program Jaminan Sosial bagi Masyarakat Rentan dan tidak mampu melalui Pola Asuransi Kesejahteraan Sosial dan Bantuan Kesejahteraan Sosial Permanen.

KELEMBAGAAN ASKESOS

Siapa yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Jaminan Sosial?

Jaminan Sosial merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 34 ayat (2) yang menyatakan “ Negara mengembangkan Sistem Jaminan Sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan “.

Apa saja tugas dan kewajiban Pemerintah dan Masyarakat?

1.      Pemerintah melaksanakan dan mengembangkan sistem jaminan sosial dalam bentuk perwujudan dari perlindungan sosial untuk memelihara dan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat khususnya pekerja mandiri dan pekerja di sektor informal.
2.      Masyarakat turut serta dalam pelaksanaan dan pengembangan sistem jaminan sosial melalui Asuransi Kesejahteraan Sosial sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.

Siapa penyelenggara ASKESOS?

1. Pemerintah meliputi : Departemen Sosial dan Dinas/ Instalasi Sosial Provinsi, dengan tugas :
* Membuat kebijakan pelaksanaan ASKESOS.
* Memberikan subsidi cadangan dana klaim.
* Memberikan legalitas kelembagaan.
* Melakukan pengendalian.
2. Lembaga Sosial / lembaga ekonomi adalah lembaga yang diseleksi dan ditetapkan oleh Instalasi Soaial Provinsi dan Kab/kota.

Apa saja kelengkapan kelembagaan?

1. Kelengkapan struktur organisasi
2. Mekanisme kerja
3. Uraian tugas dan fungsi
4. Program kegiatan
5. Sumber daya manusia
6. Sarana dan prasarana

Bagaimana pengorganisasian ASKESOS?
a.       Departemen Sosial : berwenang menetapkan kebijakan, memfasilitasi, menendalikan dan mengkoordinasikan pelaksanaan ASKESOS.
b.      Tim pengendali terdiri dari : unsur Instalasi Sosial Provinsi, Instalasi Sosial Kab/kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan, dan tokoh masyarakat.
c.       Lembaga Pelaksana adalah lembaga sosial dan lembaga ekonomi yang bertanggung jawab untuk mengelola ASKESOS.
d.      Tim pengelola ASKESOS adalah petugas yang dibentuk oleh lembaga pelaksana ASKESOS dengan fungsi-fungsi antara lain :
1.      Ketua
2.      Sekretaris
3.      Bendahara
4.      Bagian Bimbingan dan Pemasaran
5.      Bagian Premi / iuran dan Keuangan
6.      Bagian Klaim / Pertanggungan
7.      Petugas Lapangan

Apa tanggung jawab Tim Pengendali?

Tim Pengendali bertugas :
1. Melakukan pembinaan baik langsung maupun tidak langsung dalam rangka pengembangan ASKESOS.
2. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan ASKESOS.
3. Melakukan pengawasan pelaksanaan ASKESOS.
4. Mengevaluasi pelaksanaan ASKESOS.
5. Melakukan pelaporan secara berjenjang.

Apa tanggung jawab Lembaga Pelaksana?

Melaksanakan kegiatan asuransi kesejahteraan sosial ( ASKESOS ) sesuai dengan ketentuan berikit :
1. Membuat data dan pemetaan populasi pekerja di sektor informal.
2. Membentuk tim penelola
3. Melaksanakan kegiatan sosialisasi.
4. Memberikan bimbingan motivasi.
5. Melaksanakan operasional kegiatan ASKESOS.
6. Melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan ASKESOS secara berjenjang.

Apa tugas dan fungsi Tim Pengelola?

Tugas dan fungsi Tim Pengelola terdiri dari :
1. Ketua
1.      Penanggung jawab atas pelaksanaan ASKESOS di lembaganya.
2.      Menyusun perencanaan, pengelola, mengarahkan, mengorganisasikan, memantau dan mengevaluasikan serta mengawasi kegiatandar jajaran pelaksanaan berdasarkan pedoman pelaksanaan.
3.      Memelihara dan mengembangkan hubungan baik serta kerjasama dengan jajaran Instalasi Sosial Provinsi, Instalasi Sosial Kab/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan dan RW/RT, tokoh masyarakat, serta Orsos/LSM setempat.
4.      Bersama Tim Pengelola menyeleksi dan menetapkan peserta ASKESOS.

2. Sekretaris
1.      Melaksanakan kegiatan administrasi perkantoran.
2.      Membina tenaga pelaksana dan suasana lingkungan kerja.
3.      Mengevaluasi, membuat laporan perluasan pelaksanaan uji coba secara berkala sesuai dengan format yang sudah ditentukan.
4.      Mengidentifikasi dan melaporkan hambatan, dukungan dan peluang bagi pelaksana ASKESOS kepada pemerintah Kab/kota dan provinsi.

3. Bendahara
1.      Melakukan pembukuan keuangan ASKESOS.
2.      Melakukan pembukuan dana ASKESOS dari iuran peserta berdasaerkan laporan setoran premi dan klaim serta urusan pertanggungan.
3.      Penyetoran premi ke Bank dan melakukan pembayaran Klaim.
4.      Membuat laporan pertanggung jawaban keuangan.

4. Bagian Bimbingan dan Pemasaran
1.      Mensosialisasikan program ASKESOS.
2.      Mengadakan komunikasi, informasi dan edukasi pada calon peserta tentang manfaat ASKESOS dengan pendekatan individu home visit dan melalui media tradisional secara berkala.
3.      Melakukan pendekatan dan koordinasi dengan jajaran Pemerintah Kecamatan, Desa/Kelurahan, RW/RT, tokoh masyarakat dan Orsos/LSM guna mendapatkan dukungan bagi pelaksanaan ASKESOS.
4.      Mendorong peserta ASKESOS untuk membentuk kelompok.
5.      Memotivasi/mendorong pengembangan usaha peserta ASKESOS.
6.      Memberikan bimbingan pengembangan usaha bagi peserta.

5. Bagian Klaim Pertanggungan Peserta
1.      Menyediakan formulir.
2.      Menerima, menilai dan menyampaikan pelayanan klaim kepada ketua pelaksana.
3.      Menyampaikan pemberitahuan kepada peserta bahwa klaimnya disetujui atau ditolak.
4.      Mengajukan kliam yang disetujui kepada urusan keuangan/ bendahara.
5.      Membuat laopran tentang klaim yang diajukan dan pertanggungan yang di bayarkan.

6. Bagian Premi / Iuran dan Keuangan
1.      Menerima setoran premi dari petugas lapangan
2.      Melakukan pembukuan bukti setoran premi.
3.      Melakukan penyetoran uang premi yang diterima oleh Bank.
4.      Membuat laporan pertanggung jawaban setoran premi.
5.      Melakukan pengisian dan penyerahan polis ASKESOS kepada peserta yang berhak menerima.

7. Petugas Lapangan
1.      Mengadakan kunjungan rumah dan pendekatan individu kepada calon peserta.
2.      Membina kelompok yang menjadi tanggung jawabnya.
3.      Memberikan pelayanan, cepat tanggap kepada calon peserta yang berminat dan peserta yang bertanya atau mengajukan klaim.
4.      Memungut premi/iuran dari peserta tepat waktu.
5.      Membukukan uang premi / iuran peserta.
6.      Menyetorkan uang premi / iuran kepada urusan premi / iuran dan keuangan
7.      Mengisi formulir daftar kolektif peserta.
8.      Mengumpulkan dan menyiapkan formilir peserta.

Apa saja kriteria lembaga pelaksana ASKESOS?
1.      Memiliki legalitas.
2.      Berpengalaman memberikan pelayanan sosial minimal 3 tahun berturut-turut.
3.      Memiliki struktur organisasi yang lengkap dan pembagian tugas yang jelas.
4.      Mempunyai reputasi yang baik.
5.      Memiliki manajemen yang transparan.
6.      Memiliki sarana dan prasarana yang memadai.
7.      memiliki jaringan kerja yang baik dengan pemerintah, dunia usaha, dan badan sosial lainnya.
8.      mempunyai rencana target sasaran peserta di lingkungannya minimal 150 calon peserta.

Apa yang dimaksud dengan kelengkapan sarana?
1. Pengurus dan anggota lembaga pelaksana.
2. Tim pengelola.
3. Tim pengendali.
4. Tenaga pendamping.

Bagaimana Struktur Organisasi Pengelola ASKESOS?

PENGELOLAAN ASKESOS

Apa saja prinsip-prinsip pengelolaan ASKESOS ?

1. Berbasis Masyarakat, bahwa pelaksanaan ASKESOS dilakukan dengan kekuatan-kekuatan yang ada dalam masyarakat.
2. Menanggulangi kerentanan dan menciptakan ketahanan keluarga.
3. Memberikan jaminan pengganti pendapatan ketika pencari nafkah utama mengalami sakit, kecelakaan dan meninggal dunia.
4. Mengutamakan potensi sumber dana masyarakat.
5. Transparansi dalam pelaksanaan.
6. Objektifitas bahwa dalam pelayanan harus bersikap adil dan tidak menunjukkan keberpihakan.
7. Pelaksanaan sesuai prosedur.
8. Pemberdayaan masyarakat, pelayanan yang diberikan diarahkan pada peningkatan kemampuan masyarakat.
9. Partisipasi, pengelolaan ASKESOS perlu melibatkan berbagai lapisan dan komponen masyarakat.
10. Keterpaduan program lintas sektor.
11. Profesional dan Akuntabel, bahwa pengelolaan ASKESOS dilaksanakan berdasarkan keterampilan dan dapat dipertanggung jawabkan.
12. Kemandirian, bahwa pengembangan program diarahkan kepada peningkatan kemampuan swakelola dan swadana dalam mengembangkan ASKESOS secara sinergis.
13. Keberlanjutan, bahwa dalam pengelolaan program harus mampu menumbuhkan peran serta masyarakat untuk memanfaatkan, memelihara, melestarikan, menguatkan dan mengembangkan program secara terus menerus.

Apa saja kelengkapan program ?
1. Perencanaan program
2. pelaksanaan program
3. pengendalian program
4. pengembangan program

Bagaimana Tahapan Program ASKESOS ?

1. PERSIAPAN
1. Penjajakan
Penjajakan ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi awal tentang kondisi, calon lokasi, calon lembaga pelaksana melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.

2. Sosialisasi
Sebagai pendekatan awal yang dilaksanakan oleh petugas Departemen Sosial / petugas Instalasi Sosial Provinsi dalam rangka memperkenalkan atau menginformasikan tentang kegiatan ASKESOS di masing-masing provinsi lokasi rintisan, dengan sasaran petugas provinsi, petugas Kab/Kota, dan pengurus Orsos calon pelaksana ASKESOS.

3. Identifikasi dan Seleksi
Kegiatan ini dimaksudkan untuk menginventarisasi dan menyeleksi lokasi rintisan, organisasi pelaksana, jumlah calon peserta ASKESOS serta sumber lain sebagai pendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan ASKESOS.

4. Temu Konsultasi
Terinformasikan dan dipahaminya konsep dan mekanisme pelaksanaan kegiatan ASKESOS. Disepakatinya penyelenggaraan kegiatan ASKESOS olehnpara pelaksana di tingkat Provinsi / Kabupaten kota dan Orsos / Yayasan / lembaga Sosial.

5. Pemantapan Petugas
Kegiatan ini dalam bentuk observasi dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman, kesepakatan dan kesatuan kerangka pikir antara petugas Departemen Sosial dengan Petugas Sosial Provinsi dan Petugas Sosial Kab/Kota dalam melaksanakan kegiatan dimaksud.

6. Pembekalan Kemampuan Manajerial Lembaga Pelaksana
Tahap ini bertujuan meningkatnya pengetahuan, sikap dan keterampilan teknis petugas pelaksana ASKESOS dan meningkatkan kemampuan manajemen operasional ASKESOS.

7. Bimbingan Motivasi
Tahap ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, kemauan, dan kesedian untuk menjadi peserta ASKESOS dan untuk tetap menjadi peserta ASKESOS.

2. PENGELOLAAN
1.      Pemasaran
Bertujuan memperkenalkan ASKESOS kepada pekerja mandiri dan pekerja di sektor informal sehingga berkemauan dan bersedia untuk menjadi calon peserta ASKESOS.

2.      Perekrutan Peserta
Bertujuan menjaring pekerja mandiri dan pekerja disektor informal untuk menjadi peserta ASKESOS.

3.      Pengumpulan Dana Premi atau Iuran
Untuk keterikatan peserta terhadap pelayanan ASKESOS sekaligus sebagai upaya untuk melatih peserta menabung.

4.      Pengelolaan Dana ASKESOS
Bertujuan menyediakan dana klaim bagi peserta yang mengalami sakit, kecelakaan dan meninggal dunia sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

5.      Pembayaran Dana Klaim
Bertujuan menyediakan dan membayarkan dana klaim untuk peserta ASKESOS yang mengalami resiko alamiah seperti sakit, kecelakaan dan meninggal dunia.

3. KEMITRAAN
Meningkatkan hubungan kerjasama lintas pelaku ASKESOS, membangun kolaborasi, koordinasi pada tingkat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan melibatkan peserta ASKESOS.

4. PENGENDALALIAN
1.      Pemantauan
Bertujuan untuk melihat sejauh mana perkembangan, keberhasilan, penyimpangan dan permasalahan pelaksanaan di lapangan, serta langkah-langkah perbaikan yang akan dilakukan.

2.      Penyeliaan
Melakukan bimbingan teknis dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan ASKESOS.

3.      Evaluasi
Untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan dampak pelaksanaan ASKESOS/

4.      Pelaporan
Sebagai bahan informasi untuk melihat keberhasilan pelayanan ASKESOS pada setiap tahap kegiatan.

Bagaimana kelayakan lokasi ?

1. Memiliki data populasi pekerja mandiri di sektor informal baik di pedesaan maupun di perkotaan.
2. Lingkungan setempat mendukung pelaksanaan ASKESOS.
3. Adanya orsos sesuai dengan kriteria dan dapat dijadikan sebagai pelaksana ASKESOS.
4. Adanya kesanggupan dari Pemeritah Provinsi dan Kabupaten / Kota untuk membentuk Tim Pengendali Kabupaten /Kota.

Bagaimana Pengelolaan Dana ASKESOS ?

1. Pembukaan rekening di Bank atas nama lembaga orsos dan harus di tandatangani oleh 2 orang pengurus yang telah membuat surat pernyataan diatas materai untuk tidak menyalahkan dana program.
2. Cadangan dana klaim 50% disimpan dalam rekening Bank atas nama ASKESOS.
3. Premi yang diterima dari peserta wajib disetorkan dan disimpan pada Bank.
4. Lembaga pengelola ASKESOS berkewajiban menjaga keamanan dana yang ada.
5. Orsos pengelola harus mempertanggungjawabkan kegiatannyakepada pemerintah ( Depsos ), Instalasi Sosial Provinsi dan Instalasi Sosial Kab/Kota tentang hasil pelaksanaan kegiatan sesuai dengan ketentuan.

Bagaimana Persyaratan untuk menjadi peserta ASKESOS ?

1. Pekerja mandiri di sektor informal.
2. Pencari nafkah utama dengan penghasilan minimal Rp.300.000,- per bulan.
3. Umur 21 s/d 60 tahun dan atau telah menikah.
4. Memiliki identitas diri atau surat keterangan domisili dari pemerintah setempat.
5. Mengisi formulir peserta yang telah disediakan.
6. Membayar premi sebesar Rp.5.000,- perbulan selama masa pertanggungan selama 3 tahun.

Bagaimana status kepersertaan ASKESOS ?

1. Peserta ASKESOS  memiliki polis ASKESOS dan kartu tanda peserta.
2. Peserta yang tidak membayar premi selama 3 bulan berturut-turut maka dapat hilang status kepersertaannya namun dapat dipertimbangkan kembali apabila pendapatannya benar-benar tidak dapat untuk membayar premi paling lama3 bulan.
3. Peserta yang masa pertanggunggannya selesai dapat melanjutkan kembali kepersertaannya dengan mengikuti ketentuan yang berlaku (Daftar Ulang)
4. Peserta yang meninggal dunia status kepersertaannya berakhir.
5. Peserta yang mengundurkan diri maka statusnya berakhir.

Apa saja jenis pertanggungan yang diberikan ?

·        Pertanggungan Pengganti Penghasilan
Peserta yang menderita sakit, dan kecelakaan hanya di bayarkan 1 kali dalam setahun.

·        Pertanggungan Santunan Kematian
1.      Diberikan kepada ahli waris.
2.      Jika ahli waris tidak mampu untuk melanjutkan status keanggotaan diputus.
3.      Ahli waris dapat melanjutkan kepersertaan ASKESOS atas nama sendiri.

Apa Kewajiban Peserta ?
1.      Mendaftarkan diri kepada lembaga yang telah ditetapkan ASKESOS atas nama sendiri.
2.      Membayar premi / iuran Rp.5.000,- setiap bulan selama masa pertanggungan 3 tahun.
3.      Mematuhi peraturan dan ketentuan ASKESOS.

Apa Hak Peserta ASKESOS ?
1.      Memdapatkan polis ASKESOS dan kartu tanda peserta.
2.      Mendapatkan klaim dana pertanggungan.

Bagaimana Ketentuan Pembayaran Premi ?

Premi yang harus dibayar oleh peserta ASKESOS di tetapkan dengan ketentuan sebagai berikut :
1.      Besarnya premi yang dibayar sebesar Rp.5.000,- perbulan kepada petugas lapangan dengan tanda bukti laporan.
2.      Petugas lapangan menghimpun dana premi dari peserta dan selanjutnya diseorkan kepada Urusan Premi selanjutnya diwajibkan menyetor ke Bank selambat-lambatnya 2 kali 24 jam.
3.      Setelah selesai masa pertanggungan dana premi yang terkumpul dikembalikan sesuai dengan jumlah setoran premi dan selanjutnya peserta mendaftar kembali.

Bagaimana Peserta mengajukan Klaim ?
1.      Peserta menyiapkan persyaratan pengajuan klaim kepada petugas urusan klaim melalui petugas lapangan.
2.      Bagian urusan klaim menyeleksi dengan memperhatikan persyaratan yang telah ditentukan.
3.      Bagian urusan klaim membukukan pada buku klaim dan membuat rekapitulasi usulan klaim serta mengajukan pembayaran dana klaim kepada bendahara.
4.      Bagian urusan klaim menginformasikan kepada peserta melalui petugas lapangan tentang pembayaran dana klaim/
5.      Bagian urusan klaim membuat laporan kepada ketua melalui sekretaris tim pengelola ASKESOS.
6.      Bendahara membayarkan dana klaim dengan tunai kepada peserta melalui Bagian urusan klaim.
7.      Proses pembayaran klaim paling lambat 2 x 24 jam sudah harus diterima oleh peserta.

Darimana sumber pendanaan ASKESOS ?
1.      Premi peserta.
2.      Subsidi cadangan dana klaim dari pemerintah.
3.      Sumber dana lain yang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PENGENDALIAN ASKESOS

Apa pengendalian ?
Adalah suatu kegiatan untuk mengarahkan, membimbing, mengevaluasi dan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan ASKESOS.

Apa saja komponen pengendalian ?

Komponen ini dapat dilaksanakan dengan komponen kegiatan, pemantauan, penyeliaan ( supervisi ), evaluasi, dan pelaporan.

Apa manfaat pengendaliaan ASKESOS ?

1.      Untuk mengetahui pencapaian sasaran, kemajuan pelaksanaan, dan hambatan yang dijumpai sehingga dapat diambil kebijakan untuk penyempurnaan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

2.      Untuk mewujudkan tertib administrasi pelaksanaan ASKESOS.

Apa itu penyeliaan / supervisi ?

Yaitu kegiatan bimbingan dan pengawasan yang dilakukan untuk mengarahkan dan mengontrl pelaksanaan berbagai aspek tahapan kegiatan.

Apa yang perlu diselia / disupervisi ?
1.      Tenaga pelaksana dan pengelola.
2.      Pendayagunaan dana.
3.      Pendayagunaan sarana.
4.      Cara / mekanisme pengelolaan.
5.      Pelaksanaan kegiatan.

Siapa Penyelia ?
1.      Departemen Sosial.
2.      Unsur Instalasi Sosial Provinsi dan Kab / Kota.
3.      Pendamping sosial.

Apa itu pemantauan ?
Kegiatan pemantauan merupakan usaha mengamati pelaksanaan ASKESOS sejauh mana keberhasilan pelaksanaan yang sudah dilakukan sehingga dapat dilakukan tindakan koreksi untuk perbaikan atau penyempurnaan bila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan. Pemantauan dilaksanakan oleh unsur Departemen Sosial, Instalasi sosial provinsi dan kab/kota dan pendamping sosial.

Kapan Pemantauan Dilaksanakan ?

Dilaksanakan pada setiap tahapan pelaksanaan ASKESOS yaitu pada tahap persiapan, pengelolaan, pengembangan kemitraan dan pengendalian.

Apa itu laporan ?

Suatu bentuk penyampaian informasi, data, keterangan, ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun tertulis dari setiap komponen pelaksanaan kegiatan ASKESOS.

Apakah tujuan laporan ?

Untuk mendapatkan gambar sejauh mana keberhasilan dan pencapaian tujuan pelaksanaan kegiatan yang sudah dilakukan, hambatan, yang dihadapi, dan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan.

Apa hasil yang diharapkan dari laporan ?

Diperolehnya data dan informasi yang dapat menggambarkan keberhasilan pencapaian tujuan, kendala/hambatan yang dihadapi dan sebagai suatu bentuk akuntabilitas (pertanggungjawaban) yang sebenarnya dari kegiatan yang dilakukan.

Apakah syarat-syarat pelaporan ?

1.      Jelas, disusun dengan menggunakan bahasa, kata-kata, istilah yang sederhana, lazim digunakan oleh umum dan mudah dipahami.
2.      Langsung, mengnai sasaran permasalahan.
3.      Menghindarkan kata-kata yang muluk-muluk, singkat, padat, langsung pada pokok permasalahan.
4.      Lengkap, mencangkup semua permasalahan yang dihadapi dan sesuai prioritas.
5.      Obyektif, menurut kenyataan dan kondisi serta situasi yang ada.
6.      Sistematis, laporan disusun sesuai tahapan kegiatan.
7.      Tepat saluran, sesuai dengan jenjang hirarki yang ada.
8.      Ada proses rimbal balik, laporan dapat dijadikan sebagai umpan balik perbaikan terhadap penyimpangan yang ada.
9.      Tepat waktu, laporan disampaikan tepat waktu sehingga informasi yang ada dapat bermanfaat.

Ada beberapa jenis laporan ?

1.      Laporan Triwulan, yaitu laporan yang disusun dan disampaikan setiap 3 bulan sekali.
2.      Laporan semesteran, yaitu laporan yang disususn dan disampaikan setiap 6 bulan sekali.
3.      Laporan Tahunan, yaitu laporan yang disusun dan disampaikan setiap tahun sekali.

Apa unsur yang dimuat dalam pelaporan ?

1.      Pelaksanaan Kegiatan ASKESOS.
2.      Kepersertaan.
3.      Keuangan.
4.      Premi.
5.      Klaim.
6.      Kondisi SDM Pengelola.
7.      Ketersediaan sarana dan prasarana.

Bagaimana makanisme penyampaian laporan :

Pengelola          Dinas instalasi               Dinas sosial          Depsos
ASKESOS      sosial kab/kota             Kessos Prov          (Ditjamsos)

KEBERHASILAN ASKESOS

Apa yang dimaksud dengan ukuran keberhasilan ?

Ukuran yang dijadikan sebagai indikator pencapaian tujuan dalam pelaksanaan asuransi kesejahteraan sosial yang sudah ditetapkan.

Apa ukuran keberhasilan ?

1.      Kelembagaan Pengelola ASKESOS
a)      Sumber Daya Manusia
Tersedianya SDM yang memadai dan memiliki kemampuan dalam pelaksanaan asuransi kesejahteraan sosial.

b)      Struktur Organisasi / Pengurus
Dilaksanakan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas dalam setiap unsur atau komponen kegiatan asuransi kesejahteraan sosial.

c)      Administrasi
Terlaksananya pengadministrasian yang lengkap, jelas terhadap kegiatan ASKESOS secara berkelanjutan dan didukung data, dokumentasi, ( foto / gambar )

d)      Perlengkapan
Tersedianya peralatan (gedung, kantor, komputer, mesin tik, lemari, ATK,  sarana komunikasi ) yang mendukung kelancaran kegiatan pelayanan asuransi kesejahteraan sosial.

e)      Sumber dana memiliki modal dan sumber dana lain untuk kegiatan usaha kesejahteraan sosial dan tidak ketergantungan terhadap pihak lain.

2.      Kepersertaan
a)      Memiliki sumber penghasilan
b)      Diutamakan yang telah berkeluarga
c)      Mampu membayar premi
d)      Sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga
e)      Memiliki kartu anggota dan polis

KEBERLANJUTAN ASKESOS

Apa aspek keberlanjutan ASKESOS ?
1.      Kemandirian.
2.      Kemitraan.
3.      Jejaring.

Apa ukuran kemandirian ASKESOS ?
1.      Meningkatnya kepercayaan para peserta kepada pelaksana ASKESOS.
2.      Mengembangkan hasil kerja ASKESOS yang terukur.
3.      Cara pengelolaan yang transparan.

Apa ukuran Kemitraan ?
1.      Kesetaraan.
2.      Keterbukaan.
3.      Kejujuran.
4.      Saling menguntungkan.
5.      Berkesinambungan.
6.      Berkolaborasi.

Bagaimana memulai kemitraan ASKESOS ?

Perlu melakukan pendekatan individual, dilanjutkan dengan pendekatan kelembagaan dan menumbuhkembangkan kepentingan bersama.

Bagaimana mengembangkan kemitraan ASKESOS ?

1.      Menumbuhkan motivasi dan menjalin komunikasi lintas pelaku ASKESOS.
2.      Membangun kolaborasi pada tingkat perencanaan pelaksanaan dan evaluasi dengan melibatkan peserta ASKESOS.
3.      Mengembangkan kesadaran berbagai pihak mengenai kepentingan ASKESOS.

Mengapa ASKESOS perlu mengembangkan jejaringan ?

Untuk mengembangkan dan memperluas jangkauan kegiatan ASKESOS.

Dengan pihak mana perlu mengembangkan jejaringan ?
1.      Instalasi Pemerintah.
2.      Dunia usaha.
3.      Lembaga Donor Nasional maupun Internasional.
4.      Masyarakat.

Apa bentuk jejaringan yang perlu dikembangkan ?
1.      Pertukaran Informasi
2.      Peningkatan Kapasitas Pelayanan
3.      Memperjuangkan kebijakan yang memihak dan berdasarkan kepentingan peserta ASKESOS
4.      Memperluas kerjasama di berbagai tingkat lokal, provinsi, nasional dan global

PENUTUP

Pengelola asuransi kesejahteraan sosial (ASKESOS)  merupakan langkah-langkah praktis sebagai penuntun yang diperuntukan bagi para organisasi sosial atau lembaga sejenis yang peduli terhadap para pekerja mandiri dan pekerja di sektor informal, maupun pemerintah daerah, kecamatan dan desa,/kelurahan ataupun instalasi-instalasi terkait guna memudahkan dalam mengelola ASKESOS.

Dengan adanya informasi manajemen pengelolaan ASKESOS seperti ini, maka kedepan para pekerja mandiri dan pekerja di sektor informal akan dapat terlindungi dari permasalahan yang selama ini di hadapinya.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi pelaksanaan program ASKESOS dalam rangka mewujudkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat rentan sesuai dengan rencana.

Sumber : SIMJKS Kemsos RI